PENTINGNYA MENJAGA KESEHATAN MENTAL

DI MASA SEKARANG BAGI GENERASI Z.

 

 

Latar Belakang

 

Definisi kesehatan mental menurut WHO adalah kondisi kesejahteraan (well-being) seorang individu yang menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya.

 Seseorang dengan kondisi mental atau psikologi yang baik, dalam menjalankan sebuah aktivitas akan berjalan dengan baik pula. Ditengah kondisi pandemi virus Covid-19, selain menjaga kebersihan diri secara fisik menjaga kesehatan secara psikologis juga sangat diperlukan. Semua kegiatan mulai dari bekerja, sekolah, ibadah hampir semuanya dikerjakan di rumah. Hubungan sosial secara fisik juga dibatasi, dimana masyarakat hanya bisa berkomunikasi dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi. Dengan hal ini, secara tidak langsung berdampak besar terhadap kondisi kesehatan mental seseorang. Adanya rasa takut akan tertular virus, kurangnya interaksi sosial, rasa tertekan dengan banyaknya tugas serta pekerjaan dan tidak adanya sarana menyegarkan pikiran di tengah pandemi. 

WHO menyebutkan,  generasi milenial saat ini lebih rentan terkena gangguan mental. Terlebih masa muda merupakan waktu di mana banyak perubahan dan penyesuaian terjadi baik secara psikologis, emosional, maupun finansial. Selain perubahan hidup, teknologi juga turut berkontribusi terhadap kesehatan mental generasi muda. Salah satunya adalah penggunaan media sosial. Media sosial seakan menciptakan gaya hidup ideal yang sebenarnya tidak seindah kenyataan. Hal inilah yang menciptakan tekanan dan beban pikiran pada generasi muda. 

     Menurut data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa 7 dari 1000 Rumah Tangga terdapat anggota keluarga dengan Skizofrenia/Psikosis. Lebih dari 19 juta penduduk usia diatas 15 tahun terkena gangguan mental emosional, lebih dari 12 juta orang berusia diatas 15 tahun diperkirakan telah mengalami depresi. Sedangkan, WHO (2010) menyebutkan angka bunuh diri di Indonesia mencapai 1,6 hingga 1,8% per 100.000 jiwa.

    Mengingat masih tingginya angka bunuh diri di Indonesia akibat dari gangguan mental ini, maka penting bagi masyarakat untuk meningkatkan perhatiannya dalam menjaga kesehatan mental.

 

A.    Pentingnya menjaga kesehatan mental

Dalam menjalani kehidupan selain diperlukan fisik yang kuat juga diperlukan mental yang sehat. Dengan menjaga kesehatan mental maka kita harus menjaga kondisi hati dan pikiran tetap dalam keadaan positif. Karena ketika seseorang sedang dalam kondisi mental yang kurang sehat dapat mengakibatkan emosional  yang tidak stabil.

Seperti yang dikemukakan WHO bahwa kesehatan mental ditentukan oleh banyak faktor dan interaksi sosial, psikologis dan faktor biologis, serta ekonomi dan lingkungan, terkait dengan perilaku. Hal tersebut mengindikasikan bukan hal yang sederhana untuk mencapai situasi kesehatan jiwa yang diharapkan. Apabila kesehatan mental terganggu, maka timbul gangguan mental atau penyakit mental. Gangguan mental dapat mengubah cara seseorang dalam menangani stres, berhubungan dengan orang lain, membuat pilihan, dan memicu hasrat untuk menyakiti diri sendiri.

Disinilah pentingnya menjaga kesehatan mental terutama untuk generasi Z untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk menjaga emosional agar tetap stabil, juga untuk mencegah adanya tindak kejahatan seperti kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan anak, atau stres berat jangka panjang yang dampaknya bisa semakin parah apabila kejahatan tersebut memberi rasa depresi kepada korbannya dan tidak ada tindakan berkelanjutan. Dengan hal ini maka akan banyak kasus tindak kejahatan yang diakibatkan adanya gangguan mental.

 

B.     Ciri-ciri kondisi mental yang sehat

 

1.      Bisa menyesuaikan diri secara konstruktif pada kenyataan, meskipun kenyataan itu buruk baginya

2.      Memperoleh kepuasan diri dari hasil jerih payah usahanya.

3.      Merasa lebih puas memberi dari pada menerima.

4.      Secara relatif bebas dari rasa gelisah dan cemas.

5.      Menerima kekecewaan untuk dipakainya sebagai pelajaran untuk kemudian hari.

6.      Menjuruskan rasa permusuhan kepada penyelesaiaan yang kreatif dan konstruktif.

7.      Mempunyai rasa kasih sayang yang besar.

 

 

C.    Faktor penyebab gangguan mental

 

Gangguan mental dapat disebabkan oleh beberapa faktor baik dari dalam maupun dari luar diantaranya :

 

1.      Adanya faktor genetik atau keturunan dari keluarga.

2.      Mengalami diskriminasi atau stigma.

3.      Korban bullying.

4.      Kekerasan dalam rumah tangga atau kekerasan lainnya.

5.      Stress berat yang dialami dalam jangka waktu yang lama.

6.      Pengaruh zat racun, alkohol, atau obat-obatan yang dapat merusak otak.

7.      Adanya tekanan dari lingkungan sekitar.

8.      Kurangnya asosiasi dengan sesama serta terlalu mengurung diri.

 

D.    Cara mencegah dan mengatasi gangguan mental

Untuk bisa menghindarkan diri dari gangguan mental, maka lebih baik jika kita mengetahui cara pencegahaannya.

 

1.      Pencegahan

Dikutip dari cnnindonesia mengenai Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental Agar Tak Mudah Stress, ada beberapa cara pencegahan yang bisa dilakukan :

a.       Pergi keluar, luangkanlah waktu untuk duduk atau berjalan di ruang terbuka.

b.       Meditasi, beri waktu untuk diri sendiri dengan cara meditasi. 30 menit dalam sehari adalah waktu ideal, terutama sebelum tidur.

c.       Membiasakan berolahraga, makan makanan yang sehat agar berkarya dalam kehidupan ini semakin prima.

d.       Carilah hobi positif yang bisa membuat anda bahagia dan terus bahagia. Serta biasakan tersenyum.

 

2.      Penanganan

Penanganan terhadap orang yang mengalami gangguan pada kesehatan mental tergantung dari tipe gangguan itu sendiri. Namun, pengobatan yang dapat dilakukan meliputi obat-obatan dan psikoterapi.

Obat-obatan yang dapat digunakan seperti antidepresan, antiansietas atau anticemas, menstabilkan mood, dan antipsikotik. Psikoterapi disebut juga terapi bicara yang meliputi kondisi penderita dan isu terkait kepada dokter ahli jiwa.

Pengobatan lain meliputi:

a.       Stimulasi otak termasuk terapi electrokonvulsif, stimulasi magnetik transkranial, pengobatan eksperimental yang disebut stimulasi otak dalam, dan stimulasi saraf vagus.

b.      Perawatan rumah sakit dan perumahan.

c.       Pengobatan penyalahgunaan zat.

 

 

KESIMPULAN

 

Kesehatan mental adalah salah satu komponen penting dalam tubuh manusia. Karena dengan mental yang sehat, aktivitas serta kehidupan juga akan berjalan lancar. Terutama untuk generasi muda saat ini, di tengah kecanggihan teknologi semua informasi dapat diperoleh dengan mudah dan cepat. Namun juga memiliki dampak negatif bagi mental generasi muda jika tidak dimanfaatkan dengan baik. Banyaknya kasus kejahatan yang diakibatkan gangguan mental juga turut menjadi perhatian kita bersama. Dengan memahami cara pencegahan diharapkan bahwa masyarakat, terutama generasi muda dapat meminimalisir terjadinya penambahan kasus gangguan mental di Indonesia. Dengan diimbangi aktivitas yang positif serta bermanfaat agar memiliki mental sehat.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Kementerian Kesehatan. 2019. Pentingnya Peran Keluarga, Institusi dan Masyarakat Kendalikan Gangguan Kesehatan Jiwa. https://www.kemkes.go.id/article/view/19101600004/pentingnya-peran-keluarga-institusi-dan-masyarakat-kendalikan-gangguan-kesehatan-jiwa.html. Diakses tanggal 30 September 2020.

 

Ferdy Thaeras, CNN Indonesia. 2017. 8 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Mental Agar Tak Mudah Stress. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170516113703-255-215154/8-cara-mudah-menjaga-kesehatan-mental-agar-tak-mudah-stress. Diakses tanggal 30 September 2020.

 

Arby Suharyanto, Dosen Psikologi.com. 12 Karakteristik Kesehatan Mental yang Sehat. https://dosenpsikologi.com/karakteristik-kesehatan-mental-yang-sehat. Diakses tanggal 30 September 2020.

 

klikdokter. Kesehatan Mental. https://www.klikdokter.com/penyakit/kesehatan-mental. Diakses pada 31 September 2020

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivation Letter