Motivation Letter
Being priority on your own life and
self-love are the two best thing you have to do. Pepatah
tersebut menggambarkan menjadikan
diri kita sebagai prioritas dan mencintai diri sendiri adalah dua hal terbaik
yang bisa kita lakukan. Berbicara mengenai memahami dan mencintai diri sendiri
merupakan perkara yang gampang-gampang sulit menurutku. Butuh waktu bagiku
untuk bisa benar-benar paham apa yang sebenarnya aku inginkan, untuk mengikuti
kata hati dan mengesampingkan logika bukanlah hal yang mudah. Menerima diri
kita apa adanya tanpa membandingkan diri kita dengan yang lain juga penting.
Namun,
terkadang bukan dari diri kita yang membuat tidak menghargai apa yang kita
miliki tapi justru orang lain yang dengan seenak hati membandingkan kekurangan
kita dengan kelebihan orang lain. Memang benar untuk mengetahui kualitas dari
suatu hal kita perlu melakukan sebuah perbandingan. Akan tetapi dalam hal ini
tidaklah benar untuk menjadikan kekurangan kita sebagai tolak ukur apalagi
dijadikan bahan lelucon. Untuk sebagian orang mungkin mereka merasa masa tidak
peduli dengan hal seperti ini, tetapi bagiku ini hal yang serius dimana
seharusnya kita memberi dukungan kepada diri kita sendiri disaat semua orang
tengah menertawakan kekurangan yang kita miliki.
Bagiku
kekurangan adalah motivasi untuk terus berlatih, berusaha lebih keras untuk
bisa mengubah sebuah kekurangan tersebut menjadi kelebihan. Dan dalam hal ini,
bukan masalah membuktikan kepada mereka bahwa kita pun bisa, tapi lebih dari
itu. Hal terpenting menurutku adalah bahwa kita bisa membuktikan kepada diri
kita sendiri jika kita bisa mengalahkan rasa takut, tidak percaya diri yang ada
pada diri kita. Dan terus berusaha menjadi versi terbaik dari diri kita. Jika
memang sulit untuk mengubahnya aku tidak akan menyalahkan diriku atas hal ini.
Aku sudah berusaha dan melakukan terbaik yang aku bisa. Dan akan jauh lebih
baik jika aku fokus kepada kelebihan yang dimiliki dan terus mengembangkannya,
jadi tidak ada alasan lagi bagiku untuk tidak menghargai diri sendiri.
Dalam
melakukan suatu hal aku akan berusaha semaksimal mungkin, disertai doa, dan
restu orang tua. Setelah itu aku pasrahkan semuanya kepada yang maha kuasa.
Apapun hasilnya aku tetap harus mengapresiasi diriku karena telah mau mencoba dan
berusaha. Dan memberikan semangat kepada diri sendiri ketika terjatuh, atau
melihat keberhasilan orang lain yang diperoleh dengan cara-cara curang. Aku
akan terus menguatkan dan menyakinkan diriku untuk terus berjuang hingga
kecurangan mereka dapat aku kalahkan dengan kejujuran dan kerja keras. Tidak
perlu melakukan balas dendam yang justru menambah adanya beban hati, semua akan
menuai apa yang telah ditabur. Dan tuhan tahu kapan waktu, momen, dan kondisi
terbaik bagi kita. Jadi yang harus dilakukan hanyalah terus berjalan maju,
serta menjadikan yang lalu sebagai pelajaran dan menyakinkan bahwa kita tidak
perlu untuk melakukan kesalahan yang sama di kehidupan berikutnya.
Menyanyangi
diri sendiri merupakan bagian penting dalam hidup. Terkadang saya perlu waktu
sendiri melakukan aktivitas yang disenangi seperti mendengarkan musik, membaca,
travelling, serta menonton film. Hal ini saya lakukan untuk dapat
mengeksplorasi diri dan memberi apresiasi dengan membebaskan diri dari
pikiran-pikiran negatif dan hiruk pikuk kehidupan. Selain itu juga untuk
mengurangi rasa tertekan atau stress mengenai kondisi atau masalah yang tengah
dihadapi.
Mencintai
diri kita sendiri juga dapat ditunjukkan dengan menjaga tubuh baik secara fisik
maupun mental. Setelah kita dapat menjaga kesehatan secara mental dengan
menghargai diri sendiri dan tidak mendengarkan kata orang-orang yang membuat
kita merasa down, upaya yang aku lakukan agar tubuh tetap sehat aku membiasakan
diri untuk selalu makan tepat waktu, minum vitamin dan olahraga. Memberikan
waktu untuk tubuhku beristirahat sebentar, belajar untuk mengetahui batasan
kekuatan yang aku miliki dan tidak terlalu memaksakan ketika mulai lelah.
Karena aku tahu sudah mencapai batas yang aku bisa, walaupun disana masih banyak
mimpi-mimpi yang ingin aku gapai. Tetapi akupun juga memikirkan dahulu apakah
aku mampu dan bisa untuk sampai titik yang diinginkan, karena ini bukan hanya
masalah mimpi dan aku tidak bisa egois untuk memaksakan fisikku.
Mencintai
diri sendiri juga bisa ditunjukkan dengan rasa syukur terhadap apa yang telah
dimiliki. Sehingga dalam menjalani hidup juga akan menjadi bahagia, dan
memandang hidup sebagai serangkaian cerita yang harus diisi dengan hal positif,
cerita berharga bersama dengan orang-orang tercinta di samping kita yang selalu
memberi dukungan penuh. Dan selalu ingat bahwa dengan menghargai diri kita
sendiri merupakan cerminan bahwa kitapun bisa menghargai orang lain, jadi
sebelum menghargai orang lain belajarlah untuk menghargai diri sendiri terlebih
dahulu.
Be gentle with yourself, learn to
love yourself, to forgive yourself, for only as we have the right attitude
toward ourselves can we have the right attitude toward others.-
Wilfred Peterson
Komentar
Posting Komentar